BERITA POJOK
KAMPUNG-insiden
tekel keras yang terjadi dalam Derby Merseyside TEMPO hari 17/10/20,antara pemain Everton dan
Liverpool harus berujung pidana di kepolisian.Pihak yang berwajib turun tangan
untuk melakukan penyelidikan terhadap terjadinya insiden pelanggaran kasar
berupa tekel yang sangat keras Jordan Pickford (Everton) terhadap Virgil Van
Dijk(Liverpool) dalam lanjutan liga premier inggris sabtu,17/10/20 Tempo hari
di Goodison Park Stadium markas everton.
Baca juga : https://www.pojokkampung.org/2020/10/bologna-harus-mengakui-keunggulan.html
dalam insiden yang menyebabkan dua pemain Everton,Jordan Pickford dan
Richarlison yang melakukan pelanggaran berupa tekel yang sangat keras kepada
dua punggawa The Reds yaitu Virgil
Van Dijk dan Thiago
Alcantara dalam derby merseyside di goodison park stadium
tersebut,menyebabkan Van Dijk harus menyingkir dari lapangan hijau untuk waktu
yang lama,sementara Thiago alcantara masih belum di ketahui kondisinya.Van Dijk
mengalami cedera pada ligamen lutut(anterior cruciate Ligament) yang mengharuskan
dia untuk menepi dari lapangan hijau untuk waktu yang sangat lama,dan ini
menjadi pukulan yang sangat berat bagi skuat Liverpool,karena Van Dijk
merupakan pilar utama jantung pertahanan dari juara Bertahan tersebut.pada
insiden tersebut,Pickford justru tidak mendapatkan hukuman apapun,baik kartu
ataupun peringatan.padahal jelas jelas dia melakukan tekel yang sangat keras
terhadap Van Dijk.sebaliknya,Richarlison langsung di usir oleh Wasit setelah menerima
kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Thiago Alcantara.
Seperti di lansir dari twitter
pribadinya,baik Pickford dan Richarlison sudah menyampaikan permintaan maafnya
atas kejadian tersebut.mereka berdua merasa prihatin dan menyesal atas kejadian
tersebut.namun,mereka berdua terlanjur membuat pendukung The Reds
marah.berbagai kecaman datang kepada mereka berdua,baik dari media sosial
maupun dari para pendukung Liverpool.
Baca juga: https://www.pojokkampung.org/2020/10/tepat-satu-tahun-kepemimpinan-jokowi.html
kecaman tersebut di anggap sudah menjadi
sebuah tindak pidana dan kepolisian Merseyside turun tangan untuk melakukan
penyelidikan.menurut juru bicara kepolisian setempat,bahwa pihaknya sedang
menyelidiki kecaman dan hujatan yang bernada ANCAMAN dan MENGANCAM kepada kedua
pemain Everton tersebut khususnya di media sosial,karena berpotensi melanggar
UU ITE.
“kami sedang menyelidiki sejumlah Tweet
Ofensif yang di buat terkait dengan dua pemain Everton tersebut”kata juru
bicara kepolisian Merseyside tersebut kepada media.
‘’bahasa yang di gunakan di tweet sama sekali
tidak dapat di terima dan kami menangani Laporan tersebut dengan sangat serius”
ujarnya dengan serius.
‘’mereka yang menggunakan internet untuk
mentarget orang lain dan yang melakukan tindak pidana seperti mengancam atau
kejahatan Rasial dalam melakukannya,sudah melampui hukum.detektif sedang
melakukan penyelidikan dan mencari informasi untuk mengidentifikasi individu
yang memposting tweet dan dimana kami mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi
maka kami akan mengambil tindakan untuk membawa mereka mempertanggung jawabkan
perbuatannya di pengadilan”tuturnya menambahkan.
Seperti di beritakan Tempo hari bahwa,dalam laga Derby Merseyside
tersebut kedudukan berkesudahan sama kuat 2-2 untuk kedua tim.dan menjadikan
Everton tetap kokoh di puncak klasemen Liga Inggris musim ini,sementara The Reds Liverpool berada di posisi kedua
klasemen sementara.(blogger)


0 Comments