POJOK KAMPUNG BLOG BERITA-saat ini pencemaran udara menjadi isu global yang menjadi perhatian banyak negara di dunia.tak terkecuali dengan negara kita,Indonesia.tingkat pencemaran udara di indonesia,khususnya di kota kota besar seperti jakarta,bandung,surabaya,makasar,palembang dll karena kadar polutan di udara melebihi ambang batas yang aman untuk kesehatan.sektor transportasi,khususnya transportasi darat menjadi penyumbang emisi gas buang di udara terbanyak,dan ini semakin di perburuk dengan kemacetan di kota kota besar tersebut.
Menteri perhubungan RI,Budi Karya Sumadi menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan transportasi yang ramah lingkungan di kota kota besar sebagai salah satu upaya mengurangi emisi gas buang yang bersumber dari sektor transportasi.untuk itu,kemenhub membuat kebijakan untuk mengurangi pencemaran atau polusi udara yang menjadi masalah di kota kota besar.hal tersebut di sampaikan oleh Menhub dalam dialog publik secara virtual yang bertema “Wujudkan kota palembang,kota tertua di indonesia dengan kualitas udara baik melalui implementasi BBM ramah lingkungan”yang diselenggarakan oleh yayasan lembaga konsumen indonesia(12/10/20)TEMPO hari.
selain
itu,menhub Budi karya sumadi mengatakan bahwa pemerintah sangat memperhatikan
pembangunan integrasi antar moda transportasi publik di palembang untuk
mengurangi kemacetan.dan saat ini di kota palembang sendiri sudah memiliki Light
Rail Transit(LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT)yang keduanya terintegrasi dengan
cukup baik yang bisa di jadikan contoh untuk di kembangkan di daerah
lain.pemerintah,melalui kemenhub juga telah meningkatkan langkah langkah yang
bersifat pull policy seperti ketersediaan angkutan umum berbasil rel.
“kita
harus memikirkan transportasi berkelanjutan agar memiliki Co-benefit seperti :
buy the service dan menerapkan antarmoda yang bersih dan higienis.LRT dan BTS
harus di manfaatkan secara baik di kota palembang ini dan tentunya kota kota
besar lainnya.di tambah lagi,pertamina memberikan BBM yang ramah lingkungan
maka lingkungan kota akan menjadi lebih baik”ujar Budi Karya Sumadi
Kementrian
perhubungan juga memiliki rencana strategis untuk menerapkan diversifikasi
energi di bidang transportasi untuk mengurangi ketergantungan impor Migas,di
antaranya melalui penggunaan bahan bakar nabati(BBN) seperti Biodiesel untuk
moda transportasi darat,kendaraan BBG dan Bus listrik.sehingga ketergantungan
kita akan Impor Migas dapat kita tekan
semaksimal mungkin.(blogger)

0 Comments