pojokkampung.org-
pasukan Azerbaijan dan Armenia saling tuduh melakukan pelanggaran kesepakatan
genjatan senjata yang di mediasi Rusia pekan kemarin terkait dengan konflik
Nagorno-Karabakh.hal ini di sebabkan oleh kedua negara yang terlibat saling
serang sejak bulan september 2020 Tempo hari.Azerbaijan menyebutkan bahwa 13 orang warga sipil
tewas dan 40 orang lainnya terluka di kota Ganja akibat serangan Rudal
Armenia.sedangkan Pihak Armenia
menuding Militer Azerbaijan terus menembaki kotanya.
Baca juga: https://budassanggulnew.blogspot.com/2020/10/everton-dan-liverpool-berbagi-angka-di.html
ini adalah konflik terbesar kedua bagi kedua
negara bekas Uni Soviet tersebut untuk memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh,yang
merupakan wilayah Azerbaijan
dan di dominasi warga Armenia yang berusaha memisahkan diri sejak tahun 1990.
Pihak azerbaijan mengatakan bahwa rudal
armenia mengenai kawasan penduduk di kota Ganja,yang terletak beberapa mil dari
Nagorno-Karabakh yang mengakibatkan puluhan apartemen porak poranda.
Jurnalis foto Reuters menyaksikan sejumlah
anggota tim penyelamat berada di lokasi reruntuhan gedung apartemen pada sabtu
pagi,TEMPO hari.sejumlah perumahan juga nyaris rata dengan tanah akibat rudal
armenia.petugas dengan eskavator menyingkirkan reruntuhan gedung untuk evakuasi
korban dan membersihkan puing puing bangunan.
Baca juga: https://budassanggulnew.blogspot.com/2020/10/pollycarpus-meninggal-dunia.html
menurut kantor jaksa penuntut di
Azerbaijan,serangan rudal Armenia juga menyasar kota Mingechavir.namun sistem
pertahanan udara azerbaijan berhasil menembak jatuh rudal tersebut.sementara
Kemenhan Armenia menuding Pasukan Azerbaijan menembaki kawasan pemukiman di Nagorno-karabakh,termasuk Stepanakert yang merupakan kota terbesar di
Armenia.ujar kementrian pertahanan Armenia dalam sebuah pernyataan.

0 Comments