Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW pernah menasihati seseorang:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
"Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara:
1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.
2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
5. Hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Al-Hakim)
Dalam syair seorang pujangga berkata: "Andaikan masa muda kembali walau sehari, niscaya aku akan kabarkan bagaimana derita susahnya menjadi lansia orang tua."
"Kita harus bersyukur atas karunia nikmat Allah Ta'ala. Jangan pernah menghitung nikmat Allah karena kita tidak akan sanggup menghitungnya.Sebagaimana sabda Rasulullah: "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan." (HR. Ahmad)
Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda kepada sahabat Mu'adz bin Jabal, "Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan doa ini pada akhir salat (sebelum salam):
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berzikir (mengingat-Mu), bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu." (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Semoga keadaan ini mengingatkan kita betapa berharganya waktu. Jangan sampai kesadaran baru muncul ketika ruh berada di tenggorokan. Mudah-mudahan Allah mengkaruniakan kita nikmat bertaubat sebelum wafat.

0 Comments